Piil Pesenggighi sebagai Landasan Penguatan Intensitas Masyarakat Pekon Buay Nyerupa Kecamatan Sukau Kabupaten Lampung Barat

Authors

  • Fariza Makmun UIN Raden Intan Lampung Author

Keywords:

Piil Pesenggighi, Community Intensity, Pekon Buay Nyerupa

Abstract

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus, yang melibatkan wawancara mendalam dengan masyarakat setempat, tokoh adat, serta perangkat desa, serta observasi langsung terhadap pelaksanaan prosesi pernikahan adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip Piil Pesenggighi yang diterapkan dalam prosesi pernikahan adat, seperti kebersamaan, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap orang tua, tidak hanya berfungsi untuk menjaga kelangsungan tradisi, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat solidaritas sosial dan memperkuat intensitas partisipasi masyarakat dalam berbagai kegiatan sosial dan pembangunan desa. Proses gotong royong yang terjadi dalam setiap tahapan pernikahan adat, seperti persiapan acara, pemberian sumbangan, dan pelaksanaan upacara, meningkatkan keterlibatan masyarakat secara aktif, serta membangun rasa kepemilikan dan tanggung jawab terhadap kemajuan bersama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Piil Pesenggighi, melalui pelaksanaan tradisi pernikahan adat, memiliki peran strategis dalam meningkatkan intensitas partisipasi masyarakat dalam pembangunan sosial dan ekonomi di Pekon Buay Nyerupa. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan kebijakan pemberdayaan masyarakat yang berbasis kearifan lokal, dengan menekankan pentingnya nilai-nilai budaya dalam memperkuat kapasitas sosial masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Piil Pesenggighi, yang meliputi nilai-nilai seperti gotong royong, saling menghargai, dan tanggung jawab sosial, berfungsi sebagai dasar dalam memperkuat hubungan sosial antarwarga dan mendorong intensitas partisipasi masyarakat dalam kegiatan pembangunan. Nilai-nilai ini juga berperan dalam mempererat solidaritas sosial, meningkatkan kesadaran kolektif, serta memperkuat kapasitas masyarakat untuk mengatasi berbagai tantangan pembangunan desa. Selain itu, penerapan Piil Pesenggighi dalam kehidupan sehari-hari terbukti efektif dalam membangun rasa kepemilikan dan tanggung jawab terhadap kemajuan desa, yang berdampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Piil Pesenggighi bukan hanya sebagai identitas budaya, tetapi juga sebagai landasan kuat dalam penguatan intensitas partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan. Oleh karena itu, pemahaman dan penerapan nilai-nilai Piil Pesenggighi perlu terus dilestarikan dan dijadikan dasar dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat di Pekon Buay Nyerupa.

Downloads

Published

2025-06-30